Borobudur, Situs Peninggalan Sejarah Terbaik di Dunia

Masih ingat dengan salah satu bangunan bersejarah milik Indonesia yang pernah menyandang predikat sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia?

Tentu anda sudah tak asing lagi dengan namanya yang tersohor hingga ke luar negeri, yap, Candi Borobudur.

Candi ini terletak sekitar 40 kilometer dari arah barat laut Yogyakarta, anda dapat menempuhnya dengan kendaraan bermotor sekitar satu jam perjalanan. Bisa dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum, tapi untuk anda yang masih baru, menyewa mobil atau ikut bergabung dalam tur kelompok bisa menjadi pilihan yang tepat.

Setelah sampai di sana, anda masih harus berjalan kaki melewati taman, sekumpulan pedagang, dan anak tangga yang memakan waktu sekitar 10 hingga 15 menit. Untuk anda yang tidak kuat berjalan, anda bisa memilih andong atau becak sebagai alternatif. Terlebih untuk mereka yang datang kesiangan tepat di musim panas, kendaraan tradisional ini adalah yang paling favorit digunakan oleh para wisatawan asing. Untuk mereka yang suka berjalan kaki tapi takut kepanasan, tenang…di sekitar area tersebut juga tersedia penyewaan payung.

Nah setelah sampai anda pasti akan dibuat takjub luar biasa, dan jangan lupakan kamera anda. Borobudur memang selalu mejadi objek yang sangat menarik bagi para wisatawan dan para fotografer alam.

Harga tiket yang dikenakan untuk masuk ke lingkungan Candi Borobudur adalah Rp. 30.000,- per orang untuk dewasa dan Rp. 12.500,- untuk anak-anak. Sedangkan untuk wisatawan asing dikenakan tarif sekitar US$ 20 untuk dewasa dan US$ 10 untuk anak-anak dan wisatawan pelajar dari mancanegara.

Di sekitar area borobudur juga ada tempat yang meminjamkan kain batik secara gratis, banyak wisatawan asing yang senang ketika melingkarkan kain batik di pinggang mereka, dan beberapa wisatawan lokal memanfaatkan batik gratis ini untuk foto-foto, yah hitung-hitung melestarikan budaya Indonesia kan :D.

Wisatawan dengan keluarga kecil dan anak-anak biasanya memanfaatkan area rerumputan hijau yang luas dengan bermain atau mengelilingi kompleks Borobudur menggunakan kereta mini yang lebih dikenal dengan nama kereta kelinci. Tarifnya sekitar Rp. 5000 per orang untuk satu kali putaran.

Di dalam kompleks candi pun ada andong wisata yang bisa anda gunakan untuk berkeliling, tarifnya sekitar Rp. 30.000,- untuk 4 orang, sekali putaran.

Untuk sebuah wisata sejarah yang lebih komplit, sebaiknya anda menyewa pemandu wisata resmi. Ini ditujukan agar anda lebih paham dengan sejarah dan pesan penting yang terkandung dalam relief-reliefnya yang cantik tanpa harus kehilangan momen-momen liburan anda ;).

Well, sebelum foto-foto, kita jejali dulu jejak sejarahnya yuk…

Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, sejarawan J.G. de Casparis memperkirakan bahwa pendiri candi Borobudur adalah raja Mataram kuno dari Wangsa Syailendra bernama Samaratungga, dan dan dibangun sekitar tahun 824 M. Dan pembangunan monumen Buddha terbesar kedua di dunia itu baru dapat diselesaikan pada masa pemerintahan putrinya, yaitu Ratu Pramudawardhani.

Menurut sejarah, pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu hingga lebih dari setengah abad, yakni sekitar 75 tahun dibawah pimpinan arsitek Gunadarma. Wuiihh gak heran bisa sebagus ini.

Bahkan, usia situs warisan dunia yang diresmikan UNESCO pada tahun 1991 ini diperkirakan jauh lebih tua dari Angkor Wat yang ada di Kamboja lho. Fantastis!!

Candi Borobudur dihiasi dengan ukiran-ukiran batu pada reliefnya yang mewakili gambaran dari kehidupan Buddha. Para arkeolog menyatakan bahwa candi Borobudur memiliki ribuan rangkaian relief di sepanjang tembok dan anjungan, bahkan ansambel relief ini juga merupakan yang terlengkap dan terbesar di dunia.

Bayangkan saja, di Candi ini ada 2.672 panel relief yang apabila disusun berjajar maka panjangnya mencapai 6 km.

Pembacaan relief ini dimulai dari sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbangnya yang berada di sebelah timur di setiap tingkatannya. Intinya, berjalan searah jarum jam dari pintu masuk candi ini.

Ada lagi nih yang membuat candi Borobudur menjadi istimewa, yaitu arsitektur bangunannya.

Borobudur dibangun sebagai bangunan sepuluh teras, 6 teras dalam bentuk persegi, 2 teras atas dalam bentuk lingkaran, dan diatasnya lagi adalah teras dimana terdapat stupa besar berdiameter 9,90 meter, dengan tinggi 7 meter yang di dalamnya ada patung Buddha menghadap ke arah barat. Dan jika dilihat dari atas, bentuk bangunan candi ini menyerupai bunga teratai.

Candi dengan luas 123×123 m² ini, memiliki 504 patung Buddha, 72 stupa terawang dan 1 stupa induk.

Struktur bangunannya dibagi ke dalam 3 bagian yaitu, bagian dasar, tubuh, dan puncak. Bagian dasar Borobudur disebut Kamadhatu, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Empat tingkat di atasnya disebut Rupadhatu melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Di teras ini, patung Buddha ditempatkan di ruang terbuka, sedangkan tiga tingkat di atasnya dimana stupa Budha terbatas dalam kubah dengan keutuhan disebut Arupadhatu , melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa dan bentuk. Bagian paling atas yang disebut Arupa melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.

Candi ini dibangun tanpa menggunakan semen, jadi setiap bagiannya ini seperti puzzle raksasa yang tersusun dari 2 juta balok batu vulkanik, dipahat sedemikian rupa sehingga saling mengunci satu dengan yang lain.

Meskipun sudah terkubur material letusan Gunung Merapi dan tidak terpelihara selama bertahun-tahun, struktur bangunan ini tetap kokoh. Hebat ya…

Tak terasa perjalanan mengitari Borobudur pun sudah selesai. Setelah berkunjung dari sini anda bisa membayangkan betapa hebatnya negri kita bisa memiliki potensi wisata yang menakjubkan seperti ini.

Anda pun jangan mau ketinggalan ya ;).


Pasang Iklan di JalanJalanAsyik.Com Sangat Mudah, klik di sini...
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Plugin from the creators ofBrindes Personalizados :: More at PlulzWordpress Plugins